Rabu, 22 Oktober 2008

SAYA INI SEDANG FUTUR

SAYA INI SEDANG FUTUR


Saya ini sedang futur

Terbukti dengan ogah-ogahan

Saya dating ke pengajian tiap pecan

Terbukti dengan alas an-alasan klasik

Kuliah, lelah, sibuklah, inilah, itulah

Saya ini sedang kalah

Saya ini sedang futur

Lihat penampilan saya yang banyak berubah

Kaki tanpa kaus kaki

Sudah mulai tabaruj (berdandan)

Jilbab semakin naik

Saya ini sedang futur

Jarang baca buku tentang Islam dan Al-Quran

Lagi demen baca novel, komik dan majalah wanita

Saya ini sedang futur

Walau takut adzab

Tak pernah sekali terisak

Malah senang terbahak-bahak

Saya ini sedang futur

Malas berusaha, malas berdoa

Ingin pasrah tanpa usaha

Dan berharap bantuan manusia

Saya ini sedang futur

Lihat perut saya makin buncit

Karena junk food dan pangsit

Kalau infak sedikit sudah mulai pelit

Saya ini sedang futur

Sibuk ngurusin kuliah dan pekerjaan

Acuh berbuat untuk umat

Saya ini sedang futur

Sanang disanjung

Dikritik murung

Saya ini sedang futur

Saya sukar bangun malam, tafakur

Lebih senang peluk guling dan mendengkur

Saya ini sedang futur

Malas bangun ngurus keluarga

Rajin menggunjing tetangga

Sedikit sekali muhasabah

Malah banyak menggibah

Ya memang saya sedang futur

Kenapa saya futur ????

Karena tidak ada seorang sahabatpun yang menegur dan menghibur

Kenapa batas-batas sudah mulai kendur???

Kenapa kepura-praan kebasa-basian semakin subur?

Kenapa diantara kita sudah mulai tidak jujur???

Kenapa diantara kita sudah mulai ngawur???

Kenapa ukhuwah diantara kita sudah mulai hancur???

Kenapa ada diantara kita ada yang tidur mendengkur dan kufur??

Kenapa diantara kita hanya pandai bertutu???

Ya Allah, pintaku……

Beriknku pelipur dan pengibur

Agar aku tidak semkin futur dan tersungkur.


Saudaraku……

Future adalah suatu penyakit yang dapat menimpa seseorang (dalam bentuk perbuatan). Tingkatan palingrendah adalah berupa kemalasan, menunda-nunda atau memperlambat diri. Sedangkan puncak kefuturan adalah terhenti sama sekali setelah sebelumnya rajin dan terus bergerak.

Dengan apa hendak kita obati KEFUTURAN…??

Dengan I’tikad yang kuat, mengembalikan hati pada Sang penggenggam hati dan mengadzamkan niat untuk kembali pada jalan kebenaran dan tidak tidak kembali pada jalan kefuturan. Sabda Nabi SAW, “Setiap amal memiliki puncaknya dan setiap puncak pasti mengalami kefuturan. Barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) pada sunnahku maka ia beruntung dan barang siapa yang pada masa futurnya (kembali) kepada selain itu, maka berarti ia telah celaka.” (H. R. Imam Ahmad)

Saudaraku,…….

Mari kita bangkit dari lembahkeFUTURan dengan memulai dari hati. Karena hati merupakan pusat dari segalanya, sebagaimana dalam hadist, “Apabila ia baik maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya.” Kebeningan hati, ketulusan iman serta keikhlasan berdoa merupakan senjata ampuh ntuk mengikis future dan mengembalikannya kepada ghiroh dan hamasa beramal yang tinggi.

Tetaplah semangat saudaraku.

Syurga itu mahal…… ^_^

By: Affifah Jannah

Posting yang berhubungan



1 komentar:

Blog Wagianto 23 Oktober 2008 pukul 19.58  

Terima kasih atas postingannya, buat pencerahan hati yang keruh...

Posting Komentar

Komentar Terbaru

Recent Posts

Top Komentator